Saat sedang mencari mobil bekas, ada satu hal yang sering dipromosikan oleh pihak penjual, yakni sudah seberapa jauh jarak tempuh mobil tersebut.
Orang awam kerap berpikir bahwa bila mobil memiliki jarak tempuh yang sedikit, maka kualitas mesinnya pasti akan lebih prima ketimbang yang kilometernya banyak.
Hal ini sebenarnya tidak salah, asalkan angka yang tertera pada penunjuk kilometer (odometer) tidak diubah oleh penjual.
Namun sayangnya, seperti dilansir dari Autoblog, Jumat 4 Desember 2015, banyak penjual mobil bekas yang sengaja mengubah odometer untuk menipu pembeli.
Pada mobil yang masih menggunakan panel instrumen manual, mengubah odometer sangat mudah. Cukup buka dasbor, bongkar odometer dan putar hingga angka yang tertera sesuai keinginan.
Pabrikan mobil memang sudah melengkapi odometer dengan fitur pengaman, untuk mencegah praktik tersebut. Sayangnya, pengaman hanya berfungsi apabila odometer diputar mundur.
Oleh penjual mobil, dengan menggunakan motor listrik berukuran kecil, mereka bisa memutar maju angka dengan cepat dan mudah.
Lalu bagaimana dengan odometer digital? Rupanya saat ini sudah banyak dijual alat yang bisa mengubah penunjuk jarak tempuh tersebut. Alat ini biasanya dihubungkan ke sistem komputer mobil atau panel instrumen.
Jadi, jangan menjadikan angka odometer sebagai patokan saat membeli mobil bekas. Untuk mengetahui kondisi mesin, lebih baik bawa langsung ke bengkel resmi pilihan Anda.

0 komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.